Difference between revisions of "Keterbatasan Multidimensi: Tingkat SMP"

From SEPAKAT wiki
Jump to: navigation, search
 
Line 15: Line 15:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada SMP’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada SMP’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_1.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 27: Line 27:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_2.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 39: Line 39:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_3.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 51: Line 51:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_4.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 63: Line 63:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_5.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 75: Line 75:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_6.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 87: Line 87:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’, ‘tidak ada akses kesehatan’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’, ‘tidak ada akses kesehatan’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_7.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 99: Line 99:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Di luar diagram venn.
 
| rowspan="3" | Di luar diagram venn.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:3a_8.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
 
| Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum)
Line 107: Line 107:
 
| Ada
 
| Ada
 
|}
 
|}
 +
 +
 +
[[Image:3a Keterbatasan Multidimensi_Tingkat SMP_20 Termiskin.PNG|650px|center|Image on center]]
 +
  
 
Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 59.877.574 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
 
Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 59.877.574 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
{| class="wikitable"
+
{| class="wikitable" style="margin: auto;"
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
 
|-
 
|-
Line 214: Line 218:
 
| Ada
 
| Ada
 
|}
 
|}
 +
 +
 +
[[Image:3b Keterbatasan Multidimensi_Tingkat SMP_20 Terkaya.PNG|650px|center|Image on center]]
 +
  
 
Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 40.827.891 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
 
Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 40.827.891 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
{| class="wikitable"
+
{| class="wikitable" style="margin: auto;"
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
 
|-
 
|-

Latest revision as of 12:03, 27 June 2019

Terdapat dua diagram venn pada indikator ini. Diagram venn pertama menunjukkan kondisi 20% termiskin, yang dikenal juga sebagai kelompok ‘kuintil 1’ atau ‘gabungan desil 1 dan desil 2’. Sedangkan diagram venn ke-2 menunjukkan kondisi 20% terkaya, yang disebut juga sebagai kelompok kuintil 5 atau ‘gabungan desil 9 dan desil 10’.

Diagram venn ini memiliki beberapa kategori, yaitu:

Penjelasan Gambar Diagram Venn
No. Kategori Akses Deskripsi Gambar
1. Akses ke SMP Tidak Ada Lingkaran ‘tidak ada SMP’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke SMP Ada Lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke SMP Ada Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke SMP Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses kesehatan’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke SMP Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke SMP Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada akses kesehatan’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke SMP Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada SMP’, ‘tidak ada akses kesehatan’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke SMP Ada Di luar diagram venn.
Image on center
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada


Image on center


Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 59.877.574 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:

Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
No. Kategori Akses Persentase Jumlah Individu
1. Akses ke SMP Tidak Ada 22% 13.337.759 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke SMP Ada 21% 12.426.390 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke SMP Ada 15% 9.106.847 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke SMP Tidak Ada 7% 4.476.207 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke SMP Tidak Ada 0% Tidak Ada
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke SMP Ada 0% Tidak Ada
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke SMP Tidak Ada 5% 3.276.153 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke SMP Ada 29% 17.254.218 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada


Image on center


Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 40.827.891 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:

Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
No. Kategori Akses Persentase Jumlah Individu
1. Akses ke SMP Tidak Ada 18% 7.382.100 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke SMP Ada 8% 3.324.295 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke SMP Ada 6% 2.442.555 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke SMP Tidak Ada 6% 2.448.455 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke SMP Tidak Ada 0% 47.522 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke SMP Ada 0% Tidak Ada
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke SMP Tidak Ada 1% 543.640 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke SMP Ada 60% 24.639.324 orang
Akses ke Fasilitas Kesehatan (Poliklinik, Puskesmas, dan Dokter Umum) Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada

Halaman Sebelumnya