Difference between revisions of "Keterbatasan Multidimensi Terhadap Pasar"

From SEPAKAT wiki
Jump to: navigation, search
Line 15: Line 15:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada pasar’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada pasar’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_1.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 27: Line 27:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada transpor’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada transpor’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_2.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 39: Line 39:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
 
| rowspan="3" | Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_3.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 51: Line 51:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada transpor, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada transpor, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_4.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 63: Line 63:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_5.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 75: Line 75:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_6.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 87: Line 87:
 
| Tidak Ada
 
| Tidak Ada
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’, ‘tidak ada transpor’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
 
| rowspan="3" | Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’, ‘tidak ada transpor’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_7.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 99: Line 99:
 
| Ada
 
| Ada
 
| rowspan="3" | Di luar diagram venn.
 
| rowspan="3" | Di luar diagram venn.
| rowspan="3" |  
+
| rowspan="3" | [[Image:5a_8.png|150px|center|Image on center]]
 
|-
 
|-
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
 
| Akses Transportasi dengan Trayek Tetap
Line 107: Line 107:
 
| Ada
 
| Ada
 
|}
 
|}
 +
 +
 +
[[Image:5a Keterbatasan Multidimensi_Terhadap Pasar_20 Termiskin.PNG|650px|center|Image on center]]
 +
  
 
Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 12.913.783 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
 
Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 12.913.783 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
{| class="wikitable"
+
{| class="wikitable" style="margin: auto;"
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
 
|-
 
|-
Line 214: Line 218:
 
| Ada
 
| Ada
 
|}
 
|}
 +
 +
 +
[[Image:5b Keterbatasan Multidimensi_Terhadap Pasar_20 Terkaya.PNG|650px|center|Image on center]]
 +
  
 
Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 13.004.038 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
 
Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 13.004.038 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:
{| class="wikitable"
+
{| class="wikitable" style="margin: auto;"
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
 
|+ Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
 
|-
 
|-

Revision as of 13:02, 27 June 2019

Terdapat dua diagram venn pada indikator ini. Diagram venn pertama menunjukkan kondisi 20% termiskin, yang dikenal juga sebagai kelompok ‘kuintil 1’ atau ‘gabungan desil 1 dan desil 2’. Sedangkan diagram venn ke-2 menunjukkan kondisi 20% terkaya, yang disebut juga sebagai kelompok kuintil 5 atau ‘gabungan desil 9 dan desil 10’.

Diagram venn ini memiliki beberapa kategori, yaitu:

Penjelasan Gambar Diagram Venn
No. Kategori Akses Deskripsi Gambar
1. Akses ke Pasar Tidak Ada Lingkaran ‘tidak ada pasar’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke Pasar Ada Lingkaran ‘tidak ada transpor’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke Pasar Ada Lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan dengan lingkaran lain.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke Pasar Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada transpor, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada akses jalan aspal’.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke Pasar Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke Pasar Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada transpor’ dan ‘tidak ada akses jalan aspal’, dikurangi irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke Pasar Tidak Ada Irisan lingkaran ‘tidak ada pasar’, ‘tidak ada transpor’, dan ‘tidak ada akses jalan aspal’.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke Pasar Ada Di luar diagram venn.
Image on center
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada


Image on center


Berdasarkan diagram venn pertama, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% termiskin (gabungan desil 1 dan desil 2) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 12.913.783 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:

Penjelasan Diagram Venn 20% Termiskin
No. Kategori Akses Persentase Jumlah Individu
1. Akses ke Pasar Tidak Ada 31% 4.059.164 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke Pasar Ada 7% 858.239 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke Pasar Ada 2% 240.616 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke Pasar Tidak Ada 25% 3.190.455 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke Pasar Tidak Ada 4% 573.828 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke Pasar Ada 3% 372.089 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke Pasar Tidak Ada 12% 1.497.307 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke Pasar Ada 16% 2.122.085 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada


Image on center


Berdasarkan diagram venn ke-2, dapat kita temukan bahwa penduduk 20% terkaya (gabungan desil 9 dan desil 10) di provinsi/kota/kabupaten X dengan jumlah observasi sebesar 13.004.038 anggota rumah tangga pada tahun 2014, yang:

Penjelasan Diagram Venn 20% Terkaya
No. Kategori Akses Persentase Jumlah Individu
1. Akses ke Pasar Tidak Ada 43% 5.531.488 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
2. Akses ke Pasar Ada 4% 472.061 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
3. Akses ke Pasar Ada 1% 148.561 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
4. Akses ke Pasar Tidak Ada 16% 2.045.824 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada
5. Akses ke Pasar Tidak Ada 2% 257.320 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
6. Akses ke Pasar Ada 1% 148.395 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
7. Akses ke Pasar Tidak Ada 4% 498.217 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Tidak Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Tidak Ada
8. Akses ke Pasar Ada 30% 3.902.172 orang
Akses Transportasi dengan Trayek Tetap Ada
Akses terhadap Jalan Aspal Ada

Halaman Sebelumnya